paket wisata bandung

Paket Wisata Bandung Ceria Selatan

Nikmati Keindahan Alam Bandung Selatan Bersama Global Trans Indonesia.

Paket Wisata Bandung Ceria Utara

Nikmati Keindahan Alam Bandung Utara Bersama Global Trans Indonesia.

Paket Wisata Bandung Ceria

Nikmati Kepuasan Dalam Berbelanja dan Kenikmatan Wisata Kuliner Khas Bandung.

Resto Terbaik Kota Kembang Bandung

Manjakan Lidah Anda di Resto Lokal Bandung.

Galeri Foto Global Trans Indonesia

Dokumentasi Gratis Dari Setiap Paket Wisata.

Menikmati wisata alam di Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu adalah termasuk gunung api yang masih aktif hingga kini dan perkembangannya selalu di awasi oleh Dinas Vulkanologi Indonesia. Tetapi di balik statusnya sebagai gunung yang masih aktif, Tangkuban Perahu menjadi salah satu destinasi terbaik di Bandung. Para pengunjung lokal, domestik dan luar negeri kami yakin akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke gunung yang memiliki legenda erat dengan Sangkuriang ini.
Keindahan Gunung Tangkuban Perahu
Dengan barisan pohon pinus dan kebuh teh, pemandangan di Tangkuban Perahu sangat eksotis. Dengan ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut, suhu disana dapat mencapai 2 derajat celsius saat malam hari. Keindahan Tangkuban Perahu menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin melihat secara lebih dekat atmosfir Tangkuban Perahu.

Sejarah terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu

Sebagai tanda-tanda gunung yang masih aktif, munculnya gas belerang serta sumber panas yang terdapat pada bagian kaki gunung yang terletak di kawasan Ciater. Keberadaan Gunung Tangkuban Perahu sendiri bila disesuaikan dengan keadaan topografi Bandung dengan cekungan bukit dan gunung di setiap sisinya memperkuat sebuah teori mengenai keberadaan telaga besar yang saat ini menjadi kawasan Bandung.

Sebagai cerita rakyat yang melegenda, sejarah serta asal usul Gunung Tangkuban Perahu sangat erat dengan kisah Sangkuriang. Jauh cinta kepada Dayang Sumbi yang sebenarnya adalah ibu kandungnya, hingga Sangkuriang merencanakan untuk melamar dan menikah dengan Dayang Sumbi. Bukan sebuah perkara mudah bagi Sangkuriang untuk dapat menikah dengan Dayang Sumbi, karena sebenarnya ibu kandungnya yang juga merupakan perempuan yang dilamarnya tersebut memberikan sebuah permintaan yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk dapat menikah dengannya.

Dayang Sumbi memberikan sebuah syarat untuk membuatkannya sebuah telaga dan perahu dalam waktu satu malam. Berbagai cara dilakukan oleh Sangkuriang, ternyata gagal. Karena itu Sangkuriang sangat kecewa dan marah terhadap kegagalannya dan menendang perahu yang telah di buatnya sampai terpental dan jatuh dengan posisi terbalik.

Legenda tersebut menjadi sebuah cerita yang selalu melekat pada masyarakat setempat, bahkan cerita legenda Sangkuriang terkenal sebagai cerita rakyat. Percaya atau tidak, itulah dua sisi berbeda mengenai asal usul Gunung Tangkuban Perahu.
Kawah Ratu - Tangkuban Perahu
Keunikan dan daya tarik Gunung Tangkuban Perahu

1. Gunung Tangkuban Perahu jika di lihat dari Kota Bandung, mirip sekali bentuknya dengan perahu terbalik. Dan hal ini seringkali dikaitkan dengan cerita-cerita legenda masyarakat yang beredar mengenai Sangkuriang.

2. Di Tangkuban Perahu terdapat kawah-kawah yang bernama Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Lanang, Kawah Baru, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Domas, Kawah Siluman, Kawah Jarian serta Pangguyangan Badak.

3. Diantara keseluruhan kawah, yang paling sering dikunjungi adalah Kawah Upas, Kawah Ratu dan Kawah Domas. Hal tersebut karena ketiga kawah ini memiliki cekungan yang mirip mangkuk raksasa dan memiliki daya tarik yang berbeda dari keseluruhan kawah yang ada.

4. Pada Kawah Domas, banyak pengunjung yang memanfaatkan air panasnya untuk membasuh badan. Ini dipercaya karena kandungan belerang yang terdapat pada air Kawah Domas memiliki manfaat yang baik untuk menghilangkan berbagai jenis penyakit kulit.

5. Ilmuwan Jerman yang pernah meneliti Tangkuban Perahu, Junghuhn, pernah mengatakan bahwa dirinya ingin di kubur menghadap ke Gunung Tangkuban Perahu. Kemudian seorang ilmuwan Belanda yang juga pernah singgah untuk meneliti kandungan belerang di Pelabuhan Ratu, menguburkan abu jenazah dari proses kremasinya di Kawah Ratu. Kedua ilmuwan ini melakukan hal tersebut karena terpesona dengan keindahan Gunung Tangkuban Perahu.

Itulah dia keunikan dan fakta GunungTangkuban Perahu. Bagaimana pun juga, penelitian dan cerita rakyat merupakan dua sisi yang berbeda dan harus dihormati untuk menjaga kebudayaan yang hadir di Tangkuban Perahu.

Sedang merencakan liburan dan mencari paket wisata Bandung, silahkan cek penawaran dari kami :